The Impact Of Granting Facilities Import Duties Borne By Government Against The Import Volume Of Raw Materials Industry Through Intervening Costs Of Import Duties Value For Cost Reduction Logistics

Elsa Ratna Sari

Abstract


The sector of non-oil and gas processing industry in Indonesia is currently still depend on imported raw materials. In order to facilitate companies to improve competitiveness to meet the needs in the country, the Government published a number of policies related to the import of industrial raw materials, one of which, namely the policy import duties Borne The Government. This research will look at the impact of the utilization of the grant of facilities import duties Borne by certain sectors of the Government against the import volume of raw materials industry. The methods used for this research is the analysis of the path (path analysis) to find the direct and indirect influences between variables. The results obtained from this research is the grant of facilities import duties borne by Government (X 1) against the import volume of raw materials (Y) the direct effect of significantly through the intervening cost of import duties import value (X 2) of 25.7%. The rest i.e. 74.3% of influences coming from other factors which are not examined.

 


Keywords


Facilities import duties borne by the Government; the value of imports; import duties and the Volume of Imports of raw materials.

Full Text:

PDF

References


Adrian, S. (2012). Aspek Hukum Kepabeanan, Cetakan 1. Jakarta: Sinar Grafika.

Adrian, S. (2014). Hukum Ekspor Impor, Cetakan 1. Jakarta: Raih Asa Sukses.

Ali, P. M. (2006). Kepabeanan Konsep dan Aplikasi. Jakarta: Penerbit Samudra Ilmu.

Amir, M.S. (2008). Handbook of Eksport-Import Bussiness. Cetakan 1. Jakarta: Penerbit PPM.

Berata, I komang Oko. (2014). Panduan Praktis Ekspor Impor. Jakarta: Raih Asa Sukses.

----- . (2014). Panduan Praktis HRD & GA. Jakarta: Raih Asa Sukses.

Bowersox, & Donald, J. (2006). Manajemen Logistik. Jakarta: Bumi Aksara.

Djauhari Ahsjar. (2007). Pedoman Transaksi Ekspor & Impor. Cetakan 1. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Hariyani, Iswi & R. Serfianto. (2010). Panduan Ekspor Impor. Cetakan 1. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Yustisia.

Hamdani. (2007). Seluk Beluk Perdagangan Ekspor Impor. Jakarta: Bushindo.

Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia. Nomor: 27/M-IND/PER/5/2008. Tentang Ketentuan dan Tata Cara Verifikasi Industri Bagi Industri yang Memanfaatkan Fasilitas Keringanan dan atau Pembebasan Bea Masuk. Jakarta. Peraturan Kepala Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri. Nomor: 51/BPKIMI/Per/1/2013. Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Verifikasi Industri oleh surveyor atas impor barang dan bahan dalam rangka implementasi pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2013. Jakarta.

Riyanti, Juni Dwi. (2013). Jurus Jitu Tembus Pasar Ekspor. Yogyakarta: ANDI.

Sembiring, Jimmy Joses. (2009). Legal Officer, Panduan Mengelola Perizinan, Dokumen, HaKI, Ketenagakerjaan & Masalah Hukum di Perusahaan. Jakarta: Visimedia.

Setianto, Anton Yudi. dkk. (2008). Panduan Lengkap Mengurus Perijinan & Dokumen, Pribadi, Keluarga & Bisnis. Jakarta: Forum Sahabat.

Siswosoediro, Henry S. (2008). Buku Pintar Pengurusan Perizinan & Dokumen. Jakarta: Visimedia Pustaka.

Syaiful, A. (2015). Mengenal Fasilitas Kepabeanan dan Pembebasan Bea Masuk. Yogyakarta : Penerbit Gambang Buku Budaya.

Syarif Arbi. (2004). Teori Impor Petunjuk Praktis Perdagangan Luar Negeri. Yogyakarta: BPFE.

Stephen P.Robbins dan Mary Coulter. (2007). Manajemen. Cetakan 1. Jakarta: Indeks

Williem, Siahaya. (2013). Sukses Supply Chain Management akses Demand Chain Management. Jakarta: In Media.

Zaroni. (2017). Logistics & Supply Chain. Jakarta : Prasetiya Mulya Publishing. http://www.bppk.kemenkeu.go.id. (2015). Menilik Pelaksanaan Fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Sebagai Salah Satu Kebijakan Fiskal Dibidang Kepabeanan. Pusdiklat Bea Cukai.

Adrian D. Lubis. (2013). Fasilitas Bebas Bea Masuk Bagi Least Developed countries dan manfaatnya bagi Indonesia. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, Vol 7, No. 2 : 213 - 230.

Agunan Samosir. (2012). Analisis Pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) Tahun 2010. Kajian Ekonomi dan Keuangan, Vol 16 No. 3 : 112 -130, Tahun 2012 ISSN 1410-3249.

Diah Iskandar & Islamiah Kamil. (2014). Pengaruh BMDTP dan Fasilitas Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Terhadap Nilai Pabean Kawasan Berikat (Studi Kasus Pada PT. GMF Aeroasia Jakarta). Profita, Vol. 6, No. 1: 49 -63.

Gallantino F & Inayati. (2013). Analisis Kebijakan BMDTP atas Impor Barang dan Bahan Guna Pembuatan dan Perbaikan Perkeretaapian Untuk Anggaran 2011. Analisis Kebijakan Fiskal, Online, www.ui.ac.id, diakses tgl 6 maret 2018.

Hananto Prabowo Hardi Putra. (2015). Analisis Dampak Pemanfaatan Kebijakan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) Terhadap Produktivitas Sektor Industri Tertentu. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, Vol 23, No. 2 : 113 -123.




DOI: https://doi.org/10.25292/atlr.v1i1.127

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Advances in Transportation and Logistics Research

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Advances in Transportation and Logistics Research

ISSN: 2622-5778 (online)
Published by: Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jakarta - Indonesia

ATLR by http://proceedings.itltrisakti.ac.id/index.php/ATLR is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.